Cara Ternak Ayam Buras dengan Semi Insentif

Cara ternak ayam buras dengan semi insentif. Bermula dari semakin banyak orang yang menyukai ayam kampung di bandingkan ayam broiler, karena memang ayam kampung itu rasanya lebih sangat istimewa. Dan karena semakin banyak juga orang yang memahami manfaat nutrisi ternak ayam, daging dan telur ayam kampung yang baik untuk kesehatan, maka permintaan pasar pun meningkat. Karena inilah banyak peluang usaha yang cukup menggiurkan untuk para pemula untuk berternak ayam kampung.

Banyak dari sebagian pemula yang ingin memulai usaha ini menanyakan, bagaimana cara berternak ayam ini? Apakah menggunakan cara umbaran? Umbaran ini caranya ayam ini akan di lepaskan pada pagi hari dan di biarkan di luar kandang setelah menjelang sore baru ayam ini dimasukan lagi ke kandangnya. Menurut saya sistem umbaran ini kurang ekonomis, ada juga yang menggunakan cara sebaliknya dengan membiarkan ayamnya 24 jam di dalam kandang dengan pakan pabrikan yang tercukupi. Ternyata cara ini juga tidak ekonomis, karena dengan cara ini pertumbuhan ayam buras ini akan menjadi lambat, biaya yang di keluarkan untuk pakan juga semakin banyak.  Lalu bagaimana cara ternak ayam buras yang ekonomis dan menguntungkan? Caranya dengan enggunakan sistem semi intensif.

Cara Ternak Ayam Buras Yang Ekonomis

Cara Ternak Ayam Buras

Cara ternak dengan menggunakan sistem semi insentif ini tentu saja bukan dengan cara membiarkan di luar kandang atau terus menerus di kurung selama 24 jam.

Cara beternak ayam buras yang baik yaitu dengan melakukan aktifitas yang terbatas, ayam tetap di beri lahan untuk mencari pakan atau melakukan aktifitas lainnya. Tapi untuk pemberian pakan yang baik untuk berternak ayam buras ini ialah pakan buatan pabrik yang sudah ada perpaduan dengan tumbuhan hijau, cacing dan buatan pakan peternak sendiri. Akan kita bahas lebih detail lagi tentang cara ternak ayam buras di bawah ini:

1.Kandang Semi Intensif

Sebelumnya pasti banyak yang belum tahu bagaimana gambaran kandang yang akan di gunakan dalam sistem ini, nah untuk kandang semi insentif ialah dengan memberi pagar di sekitar lahan yang akan di gunakan untuk berternak. Di dalam lahan ini juga di wajibkan tetap ada kandang tertutup untuk tempat beristirahat dan tempat berteduh agar ayam tidak perlu repot untuk meninggalkan area lahan tersebut. Di perlukan juga kandang koloni di dalam lahan tersebut. Untuk memilih lahan ini juga bukan sembarang lahan, tanah di lahannya harus di tumbuhi rerumputan dan tidak terlalu padat juga, agar tidak terlalu padat juga ada baiknya sesekali di cangkul, tujuannya agar cacing berkembang biak dengan baik.

2.Perkawinan Sistem Semi Intensif

perkawinan secara intensif ayam buras

Agar ternak tetap menguntungkan di perlukan perkawinan ayam, agar ayam kampung kita semakin banyak lagi dan semakin menguntungkan. Dalam perkawinan sistem semi insentif ini juga banyak peran yang perternak miliki. Ini mengapa di dalam lahan kandang harus ada kandang koloni, karena kandang koloni yang berukuran 1×2 meter akan di gunakan untuk proses perkawinan pada sistem ini. Caranya masukan 6 ekor ayam betina dan 1 ekor pejantan dalam kandang koloni. Setelah 3 hari perkawinan ayam akan bertelur.

Setelah itu telur harus di keluakan agar bisa di erami oleh betina yang lainnya atau juga bisa menggunakan inkubator  untuk membatu menetaskannya.

Biasanya jumlah telur yang di hasilkan pertahunnya sekitar 115 butir perindukan, memang sedikit tapi kalian bisa membudidayakan ayam dengan hasil persilangan lainnya yang mampu bertelur dengan lebih banyak lagi.

3.Pemeliharaan Ayam

Sekarang kita beralih ke cara pemeliharaannya. Pemeliharaan dengan cara semi insentif ini sangat mudah di laukan, dengan memilih lahan yang baik juga salah satu keuntungan untuk ternak yang tinggal di lahan itu, di karenakan cacing memiliki protein dan akan menjdai pakan yang alami untuk ternak tersebut. Jangan lupa juga untuk memberi tambahan pakan yang di lakukan sebanyak 2 sampai 3 kali per harinya.

Cara ternak ayam buras dengan semi insentif ini juga dapat menghasilkan berat badan ayam yang lebih besar dari cara umbaran. Pemeliharaan dan pakan juga membuat kita mampu memanen lebih banyak lagi telur. Untuk mendapatkan telur ayam kampung, perternak hanya menunggu selama 6 bulan saja. Kalau kalian ingin mengkonsumsi daging ayam kampung peliharalah hingga umurnya mencapai 8 sampai 12 bulan.

Semoga artikel tentang cara ternak ayam buras dengan semi insentif ini bisa membantu para pemula yang akan memulai bisnis ini, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *