Simple Additive Weighting Methode

METODOLOGI PELAKSANAAN

 

Metodologi merupakan elemen yang paling mendasar dari suatu proses proyek. Berikut ini adalah salah satu metodologi untuk merealisasikan proyek “Sistem Penunjang Keputusan Kelayakan Pemberian Pinjaman Dana Dengan Metode Simple Additive Weighting” akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :

3.1 Studi Kelayakan

Studi kelayakan merupakan suatu studi untuk menilai proyek yang akan dikerjakan di masa mendatang. Dokumen yang dihasilkan dari tahapan – tahapan sebelumnya kita kumpulkan menjadi suatu proposal pendahuluan proyek. Untuk memastikan usulan tersebut bisa diteruskan menjadi proyek yang menguntungkan maka proposal proyek harus dievaluasi kelayakannya dari berbagai segi kelayakan, diantaranya :

  1. Kelayakan Teknis
  2. Kelayakan Operasional
  3. Kelayakan Ekonomi

 

3.2 Design Fungsi

Melakukan design sistem secara detail, mulai dari Context Diagram, Unified Modeling Language (UML), Design File, Design Tabel, Relasi Database, dan Desingpendukung lainya, sehingga dapat membentuk sistem yang lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi yang dikehendaki.

 

3.3   Pemrograman

Membuat codingpemrograman berbasis Websiteuntuk merealisasikan design fungsi yang telah dibuat. Lama pengerjaan dan jumlah baris coding  sangat menentukan tinggi rendahnya kualitas aplikasi.

 

3.4 Pengujian

Tahap pengujian dengan menggunakan metode Black Box, yaitu pengujian yang diperoleh dari pengujian spesifikasi program atau komponen. Proses pengujian ini dapat ditentukan dengan mempelajari masukan dan kemungkinan hasilnya.

 

3.5 Pelatihan

Sebelum program dijalankan oleh user, pihak developer proyek perangkat lunak harus bertanggung jawab untuk melatih pengguna dalam mengeksekusi program “Sistem Penunjang Keputusan Kelayakan Pemberian Pinjaman Dana Dengan Metode Simple Additive Weighting” yang telah dibuat. Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para userselanjutnya.

 

3.6 Pemeliharaan

Proyek perangat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserah terimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggang waktu yang cukup untuk memastikan bahwa program perangkat lunak yang telah digunakan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.

 

3.7 Dokumentasi

Dalam sebuat proyek bisa terdiridari beberapa dokumen. Dokumen dibuat untuk melihat proses kinerja pengembang dari awal sampai akhir, sebagai referensi bisa terjadi kendala, serta sebagai pedoman operasional dan sebagainya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *