Uniknya Pantai Ngobaran di Gunung Kidul

Pantai ngobaran ini merupakan salah satu pantai yang eksotik di kabupaten gunung kidul. Jika sedang laut surut, anda bisa melihat hamparan rumput laut baik yang berwarna coklat atau yang berwarna hijau. Selain itu jika anda datang ke pantai ngobaran ini akan terasa sekali nuansa balinya, karena disini terdapat patung-patung serta pura yang biasa digunakan saat upacara adat.

pantai ngobaran

Pantai Ngobaran ini memang lekat dengan kepercayaan agama hindu, hal ini tak lepas dari sejarah panjang yang berkaitan dengan sejarah akhir Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh prabu Brawijaya V, dimana pada waktu itu kerajaan-kerajaan islam mulai berkembang pesat di pesisir utara jawa.

Alkisah pada zaman dahulu sang raja majapahit tersebut melarikan diri karena kuatnya pengaruh kerajaan-kerajaan islam di tanah jawa. Prabu Brawijaya melarikan diri bersama kedua istrinya yaitu sang istri pertama bernama Bondang Surati dan Istri kedua bernama Dewi Lowati karena enggan diislamkan oleh putranya yang bernama Raden Fatah.

Pelarian raja majapahit tersebut akhirnya berakhir di pantai ngobaran gunung kidul dan menemui jalan buntu sehingga sang prabu pun memutuskan untuk membakar diri. Tapi sebelumnya sang prabu bertanya kepada kedua istrinya ” wahai istriku, siapa diantara kalian yang cintanya paling besar kepadaku?”.

Kemudian Dewi Lowati pun menjawab, cintaku kepada kakanda sebesar gunung. Sedangkan Bondan Surati menjawab bahwa cintanya seperti kuku ireng (kuku hitam), bila setiap di potong pasti akan tumbuh kembali. Setelah mendengar kedua jawaban istrinya tersebut kemudian sang prabu langsung menarik tangan Dewi Lowati untuk terjun ke kobaran api hingga keduanya pun menemui ajal.

Sang prabu memilih Dewi Lowati karena dia menilai rasa cinta istrinya yang kedua ini lebih kecil daripada istri pertamanya. Berawal dari peristiwa bakar diri inilah kemudian tempat tersebut dinamakan ngobaran yang berasal dari kata kobaran yang berarti terbakar.
Di pantai ngobaran ini para penganut agama hindu biasa mengadakan upacara Galungan dan upacara melasti yang merupakan rangkaian hari raya nyepi. Selain digunakan oleh pemeluk agama hindu untuk beribadah, ada juga aliran kejawen yang menggunakan pantai ini untuk bersemedi yang setiap malam selasa dan jumat untuk mengadakan ritual.

Jadi apakah anda tertarik untuk mengunjungi pantai eksotik ini? jika penasaran anda bisa memilih paket tour jogja bersama jpswisata.com agar liburan anda di jogja menjadi lebih seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *